Hikam Zain

Saat Guru di Caci Maki

(Foto: Nukita.id)

NUKITA.ID, MALANGHidup dalam kebersamaan tentunya sangat berliku-liku dan bermacam - macam rasanya. Karena berbagai watak dan karekter yang berbeda beda. Ada yang suka dan ada yang benci. Ada yang senang ada juga yang susah. Sebaik apapun seseorang pasti ada saja yang mencaci. Begitu juga sebaliknya, seburuk apapun seseorang ada saja yang memuji. Kita tidak usah heran akan gemerlapnya dunia. Cacian orang yang mencaci dan pujian orang yang  memuji. Tugas kita adalah menyampaikan dakwah Rasulullah SAW. di caci tidak menaruh dengki,dan dipuji tidak tinggi hati.

Teringat nasehat guru kami, al Habib Umar bin Muhammad bin Hafid didalam sebuah pengajiannya;.

" Bawalah bersama diri kalian hakikat rahmat dan kasih sayang Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya, dan kalian tidak mampu menterjemahkannya melainkan lihatlah diri kalian dengan mereka yang mencaci kalian, menyakiti kalian, mengutuk kalian dan juga mengutuk pengajian-pengajian dan guru-guru kalian. 

Bagaimanakah diri kalian berinteraksi dengan mereka, berkasih sayang dengan mereka selepas itu? 
Padahal merekalah yang lebih berhak untuk dikasihi! 
Karena mereka telah merendahkan diri mereka sendiri kepada kebinasaan (karena menyakiti muslimin lainnya).

Mereka tidak kuasa menahan kebinasaan tersebut, maka bagaimanakah kamu merasa bergembira akan kebinasaan mereka? 
Dan janganlah pula kalian berdoa, "Wahai Tuhan selamatkan diriku dan musnahkan mereka!" 
Oleh karena itu, wajiblah kita membawa makna kasih sayang ini kepada sekalian hamba-hamba Allah Ta'ala.

Janganlah berdendam dengan mereka yang mencaci maki, mengutuk dan menyakiti kalian, Bukan tugas kalian untuk membalas cacian mereka dengan cacian dan sebagainya. 
Tugas kalian ialah untuk membawa amanah ini, memberi kesadaran kepada mereka melalui wahyu, dan menyampaikan dengan cara yang baik kepada mereka. 

Tugas dakwah kalian kepada mereka ialah berdiam pada keadaan tertentu, dan senyuman pada keadaan tertentu, dan berpaling pada situasi-situasi tertentu. 
Inilah sejatinya penyampaian, inilah amanah."

Begitu indah jika kita bisa mengamalkan. Diam disaat tertentu, senyum disaat tertentu, dan berpaling disaat tertentu.

Allohul Musta'an.

Salam Takdzim
Ahmad Zain Bad
annur2.net Bululawang Malang

Comments