Punggawa Rijalul Ansor Hadiri Dirosah Kader di Sidoarjo

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo menggelar dirosah kader angkatan pertama di Pondok Pesantren (PP) Manbaul Qur'an, Gempolsampurno, Porong, Sidoarjo, Sabtu-Minggu (07-08/10/2017). (Foto: Istimewa)

NUKITA.ID, SIDOARJOPimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo menggelar dirosah kader angkatan pertama di Pondok Pesantren (PP) Manbaul Qur'an, Gempolsampurno, Porong, Sidoarjo, Sabtu-Minggu (07-08/10/2017).

Acara yang dihadiri Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA), Sholahul Am Notobuwono (Gus Aam), Ketua MDS RA Jawa Timur, Ketua PCNU Sidoarjo, H Maskhun, Ketua DPRD Sidoarjo merupakan pertama kalinya di Sidoarjo bahkan di Indonesia dengan tujuan mencetak kader yang siap untuk mengisi musala, masjid, atau instansi yang sepi dari 'amaliyah nahdliyyah'. 

Moch Syifa ketua PC MDS RA Sidoarjo menjelaskan pihaknya mendapat wejangan dari KH Soleh Qosim Ngelom, Sepanjang untuk segera mencetak kader yang siap untuk diterjunkan di masyarakat mulai Khotib, Dai, Imam musala maupun masjid dan menegaskan kembali apa yang menjadi harapan Ketua Rijalul Ansor Pusat, Gus Aam.

Saat dilantik Gus Aam memaparkan visi misinya sebagai pengurus MDS RA Pusat bahwa tantangan NU kedepan tidak hanya mengenai kelompok wahabi maupun radikal, namun juga tentang bagaimana mencetak kader ulama.

"Yang dikhawatirkan NU bukan mengenai wahabi dan sejenisnya, namun NU akan kawatir jika kehabisan kader ulama, mengingat hal itu dirosah kader menjadi sebuah hal yang urgent dalam menjawab tantangan NU kedepan," kata Gus Aam.

Gus Aam pada pelantikan MDS RA Pusat di Tambakberas Jombang beberapa bulan lalu juga menyebutkan bagaimana kiprah Ansor kedepan dapat mengisi ruang-ruang yang hari ini direbut oleh pada dai dari kelompok diluar NU.

"Ketika pengurus MDS RA dapat mengisi ruang tersebut dimasyarakat maka tidak menutup kemungkinan setiap momen apapun pasti dapat mengupas tentang NU, karena pada hakikatnya 'amaliyah' di masyarakat tak lepas dari apa yang telah dilestarikan oleh NU dari ajaran para walisongo," tambahnya.

Sementara itu ketua PC GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin berharap melalui Dirosah Kader tersebut dapat tercipta kader Ansor yang memiliki karakter kerakyatan, karakter kebangsaan dan karakter dakwah.

"Dirosah kader ini tidak hanya berhenti disini, tetapi kader yang dilatih kedepan harus siap untuk didistribusikan mengisi ruang-ruang yang hari ini ditinggalkan oleh kader NU," kata Riza dalam sambutannya.

Disisi lain ketua PCNU Sidoarjo, H Maskhun juga berharap, jika setelah acara dirosah ini nantinya tidak hanya dikembangkan didunia nyata tapi juga di media sosial dan ada pelatihan khusus untuk pegiat media sosial setelah pelatihan dirosah.

"Paling tidak nanti kita bekali dengan Dzuu 'ilmin (mempunyai pengetahuan yang luas), dzuu siyasatin (punya strategi), dzuu haibatin (punya Wibawa)," pungkasnya.(*)

Berita Lainnya

berita terbaru
Ulama Aswaja

NU dan Thoriqot Two in One .

22/07/2019 - 09:21

berita terbaru
Gerakan Pentong Koin NU

Dana KOIN Klunting MWC NU Turen Penuh Amanah

22/07/2019 - 07:55

Comments