'Oppa-oppa' Korea Selatan Kunjungi Pondok Pesantren NU Wajak

Foto bersama guru, santri, pengurus YPP An Nashr dengan Oppa-oppa Korea. (Foto: Nukita.id)

NUKITA.ID, MALANG – Yayasan Pesantren dan Pendidikan (YPP) An Nashr yang menjadi salah satu Yayasan yang menaungi Pondok Pesantren berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Kecamatan Wajak mendapat kunjungan sepesial rombongan dari Korea Selatan dalam rangka "Study Lintas Budaya Indonesia-Korea Selatan", Senin (2/10/2017).

Acara dengan tema "Meningkatkan Minat Baca dengan Pendekatan Budaya Korea" ini terjalin atas kerjasama YPP An Nashr, Yayasan Harapan Indrea, dan ONG Thanksgive Korea Selatan.

YPP An Nashr yang menaungi beberapa lembaga yakni: RA, MI, dan SMP menjadi tuan rumah dan menyambut tamu-tamu dengan meriah, dimulai dari menyanyikan yel-yel dengan bahasa Korea, pemakaian blangkon 'Khas Jawa' sebagai simbol kebudayaan Indonesia dan kemudian disambut dengan atraksi Pencak Silat Pagar Nusa yang menjadi salah satu ekstrakuriler dari SMP An Nashr.

Ketua Yayasan Harapan Indrea, H Indra Aditya Utama mengatakan kalau memang dari teman-teman Korea sendiri punya agenda untuk melakukan bakti sosial bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan dan saya sarankan di An Nashr saja.

"Sebetulnya banyak pilihan di Kabupaten Malang untuk kita melakukan kegiatan ini, tapi kami sangat dekat dengan An Nashr, jadi kita membuat agenda ini dengan An Nashr," ungkapnya.

Ketua Pelaksana, A Syaiful Kurniawan mengatakan bahwa acara ini di rangkum dengan mengedepankan dan pengenalan kebudayaan Jawa yang menjadi salah satu dari berjuta-juta kebudayaan di Indonesia sebagai simbol kebanggaan budaya Indonesia.

"Kami mengenalkan kebudayaan Indonesia dengan cara kami, mulai dari pakaian adat Jawa, makanan khas Jawa, dan pertunjukkan kesenian khas Jawa oleh murid-murid kami," kata pria yang juga Guru di SMP An Nashr ini.

Dari rombongan Korea Selatan yang datang berjumlah 4 wanita dan 9 laki-laki ini begitu semangat mengenalkan budaya mereka, mulai dengan mengajarkan santri-santri An Nashr bahasa Korea, seni bela diri Taekwondo, dan pakaian adat korea.

Mr Han dan Mrs Ana menjadi peran penting dalam acara ini karena hanya mereka dari rombongan yang bisa berbahasa Indonesia. Ketua Yayasan ONG Thanksgive Korea Selatan, Mr Han mengatakan jika mereka sangat senang bekerja sama dengan An Nashr, karena beberapa kali mengunjungi sekolah-sekolah lain tidak semeriah disini.

"Kami sangat senang dan sangat berterimakasih kepada ketua Yayasan, guru-guru semua, dan Yayasan Harapan Indrea yang menjadi penghubung kami kesini, pokoknya kami sangat senang apalagi makanan disini juga enak-enak," katanya sambil terkekeh.

Disisi lain Ketua YPP An Nashr, M Taufik SPd mengatakan meskipun kami adalah santri-santri NU tapi kami tidak buta budaya, kami disini sangat senang bisa mengenal kebudayaan luar, ilmu bisa kita raih dari beragam hal.

"Kami mendapat ilmu banyak dari acara ini, kami mungkin tidak akan mendapat kesempatan langka ini, semoga dengan kegiatan ini santri-santri kami lebih bisa menghargai budaya sendiri, lebih-lebih budaya orang lain," ujarnya.

"Begitu banyak budaya di dunia ini yang menjadi salah satu wujud kebesaran Allah," pungkasnya.(*)

Berita Lainnya

berita terbaru
Ulama Aswaja

NU dan Thoriqot Two in One .

22/07/2019 - 09:21

berita terbaru
Gerakan Pentong Koin NU

Dana KOIN Klunting MWC NU Turen Penuh Amanah

22/07/2019 - 07:55

Comments