Mimbar Terbuka Universitas Prapatan: Pemuda 'Mbangun' Desa

Diskusi umum mimbar terbuka Karangploso di Pesantren Tematik Sanggar Telaga pada Jumat, (8/9/2017). (Foto: Nukita.id)

NUKITA.ID, MALANG – "Tanpa persatuan, pergerakan, dan keikutsertaan pemuda dalam membangun desa mustahil suatu desa akan menjadi desa yang berdaya saing," kata Wiwit selaku penasehat Pergerakan Universitas Prapatan (Unipra) "Nama perkumpulan pemuda yang moderat dalam bertindak dan berpikir desa setempat" dalam sambutanya di acara 'Diskusi Umum' yang di gelar di Pesantren Tematik Sanggar Telaga Kauman, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Jumat, (8/9/2017).

Senada dengan Wiwit, Chandra salah satu peserta diskusi mengatakan, seharusnya pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menginisiasi dan memotori keamanan, kekondusifan, dan kemajuan desa. "Pemuda tidak boleh hanya jadi bebek-bebek pengekor," katanya.

Diskusi umum yang di namakan mimbar terbuka tersebut di hadiri perwakilan pergerakan kepemudaan desa meliputi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Remaja Masjid (Remas), Camp Komunitas Muda-mudi Kreatif (CKMK), Universitas Prapatan, Jamaah Rotib Sanggar Telaga. 

Secara khusus mimbar terbuka malam itu digelar menghasilkan beberapa persetujuan lokal di antaranya:

1. Perlunya persatuan pemuda lintas agama, keyakinan, dan budaya dalam memajukan desa.

2. Perlunya wadah karangtaruna yang legal di tingkat desa.

3. Perlunya kolaborasi kegiatan berbagai wadah kepemudaan di desa dalam menciptakan desa yang aman, kondusif, dan berdaya saing.

Dengan tema "Pemuda Membangun Desa", kegiatan ini juga dihadiri beberapa tokoh politik, aparatur desa, dan tokoh intelektual kampus Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang dan membicarakan gerakan "Ahad Subuh Berjamaah (ASB)" di Masjid Jami' setempat.

Tokoh Agama Sanggar Telaga, Siswanto dalam sambutanya mengatakan jika gerakan Ahad Subuh Berjamaah (ASB) ini di inisiasi dan dimotori langsung dari Masjid Jami' Baiturrohman Ngenep. "Kami berharap dan mengajak semua pemuda di manapun untuk ikut gerakan ini dalam melaksanakan Ahad Subuh Berjamaah di daerahnya masing-masing."

Perwakilan Tokoh Intelektual Unira Malang, Yulianto, M Pd I menutup acara kepemudaan itu dengan rangkaian doa Ratibul Haddad dan mengatakan jika pemuda tanpa sumbangsih positif pada lingkungan sosialnya adalah pemuda yang miskin peran sebagaimana pemuda tanpa iman-tauhid adalah pemuda yang terombang-ambing dalam lautan kebingunan.

"Narasi pemuda dalam Alquran adalah narasi kebangkitan dan ketauhidan," tutup Yulianto.(*)

Comments