Rencana Uji Coba FDS

Kadisdik Bohongi Kiai dan Guru Diniyah, GP Ansor Kecam Keras Minta Kadisdik Diganti

Foto : nukita.id

NUKITA.ID, MALANG – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten yang di nahkodai Husnul Hakim Syadad menanggapi dengan serius dan mengecam keras terkait perubahan kebijakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang, M. Hidayat yang akan memberlakukan uji coba Full Day School (FDS) di wilayah Kabupaten Malang pada Rabu, (30/8/2017).

Dalam pemberitaan di media cetak setempat, Kebijakan Kadisdik Kabupaten Malang pada tanggal 22 Agustus 2017 lalu yang melakukan 'hearing' dengan Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang dan DPRD  bahwa sistem yang didengungkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengancam keberlangsungan 475 Ponpes, 4.251 TPQ, dan 2.046 Madin.

Melihat kebijakan yang sebelumnya, tentu ini sebuah kembohongan terhadap PCNU seperti yang sampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim Syadad, "Kadisdik Kabupaten Malang, M. Hidayat telah membohongi kiai-kiai NU, setelah beberapa waktu lalu dalam 'hearing' dikantor DPRD Kabupaten Malang terkait FDS didepan puluhan kiai dan guru TPQ menyatakan Kabupaten Malang tidak akan menerapkan FDS karena akan berdampak pada pendidikan diniyah yang telah nyata memberikan sumbangsih terhadap pembentukan karakter anak."

"Kadisdik secara diam-diam akan melakukan uji coba FDS di Kabupaten Malang yang artinya dia telah membohongi para kiai dan guru diniyah. Kami PC GP Ansor Kabupaten Malang mengecam keras tindakan dan ucapan Kadisdik Kab Malang, kami akan bersikap dan bertindak jika hal ini diteruskan," tegas Husnul.

Tak tanggung-tanggung Husnul juga meminta Bupati Malang bertindak, "Bupati Malang juga harus tahu dan faham akan tindakan bawahannya, karena ini akan berdampak kepada kepercayaan masyarakat terhadap bupati sebagai pemimpin, kami minta ganti Kadisdik," tutup Husnul.(*)

Comments