Khotbah Idul Fitri 1438 H

Merajut Hubungan Persaudaraan

KH Khoirul Hafidz Fanani, Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Malang

NUKITA.ID, MALANGMerajut Hubungan Persaudaraan

لخطبة الأولى

اللهُ أَكْبَرُ «تسعا»، الله أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

الحَمْدُ للهِ الَّذِى خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا، وَالْحَمْدُ للهِ الََّذِى وَسِعَ كُلََّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا وَتَدْبِيْرًا، نَحْمَدُهُ بِجَمِيْعِ مَحَامِدِهِ حَمْدًا كَثِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمٍ كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ، بَعَثَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَخَلِيْلِكَ مُحَمَّدٍ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ، وَصَلِّ عَلَيْهِ مَا لاَحَتِ اْلأَنْوَارُ، وَغَرَّدَتِ اْلأَطْيَارُ، وَأَوْرَقَتِ اْلأَشْجَارُ، وَأَيْنَعَتِ الثِّمَارُ،وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَـيَاأَيُّهَا النَّاس اتَّقُوا اللَّهَ, وَاشْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَفْضَلَكُمْ بِالْفَضَائِلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنَ اْلأُمَّةِ المَأمُوْرَةِ بِصِلَةِ اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى : وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

 

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah

Tiada kata yang patut kita ucapkan, kecuali syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT. Karena di pagi hari yang penuh bahagia ini, kita oleh Allah masih diberi kesehatan, kemampuan dan kesempatan, sehingga kita dapat menunaikan ibadah shalat Idul Fitri dalam keadaan sehat wal afiyat.

Kiranya, kita tidak mungkin menyusun kata-kata untuk dilukiskan akan rahmat dan nikmat Allah yang tercurah pada pagi ini. Oleh karenanya, marilah rasa syukur kita wujudkan  dalam bentuk meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah SWT, dengan jalan melaksanakan perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan-Nya.

 

Kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah

Hari ini adalah hari kemenangan kaum muslimin. Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, menahan lapar, dahaga, dan menahan hawa nafsu. Kita tidak makan dan minum bukan karena tidak ada makanan dan minuman, tapi semata-mata untuk memenuhi perintah Allah SWT.

Maka hari ini, kita merayakan Idul Fitri, yakni suatu hari yang penuh kebahagian tiada tara. Dan bahkan baru saja kita telah menyatakan rasa terima kasih kita kepada Allah SWT.

Dengan mengumandangkan suara takbir, tahmid dan tahlil. Rasa haru, rasa bahagia, dan kesadaran atas kebesaran dan kuasa Allah itu hanya mungkin bisa kita ungkapkan dengan takbir, tahmid dan tahlil yang bergelora sejak maghrib kemarin.

Kebahagiaan yang kita peroleh dan kita rasakan, tidak lain adalah merupakan kesucian jiwa yang telah sebulan lamanya digembleng di bulan Ramadhan dengan melakukan amal-amal ibadah.

 

Allahu Akbar, dengan ke-Maha Agungan Allah, kita telah berhasil melampaui bulan suci Ramadhan.

Allahu Akbar, dengan ke-Mahasucian Allah, kita telah berhasil memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadhan.

Allahu Akbar, dengan ke-Mahabesaran Allah, kita telah berhasil memasuki periode rahmat, maghfirah, dan ‘itqun minannar.

 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Puasa di bulan Ramadhan, oleh Allah  dimaksudkan supaya kita menjadi orang yang bertaqwa. Sebagaimana firman-Nya di dalam surat al-Baqarah, 183 :

ﻴﺎﺍﻴﻬﺎﺍﻟﺬﻴﻦﺍﻣﻧﻭﺍ ﻛﺗﺐﻋﻟﻴﮑﻡﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻛﻣﺎ ﻛﺗﺐﻋﻟﻰﺍﻟﺬﻴﻦ ﻣﻦ ﻗﺑﻟﮑﻡ ﻟﻌﻟﮑﻡ ﺗﺗﻘﻭﻦ

Artinya :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa seperti juga diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa”.

Dari sini timbul pertanyaan di dalam diri kita, sudahkah kita menjadi orang yang bertaqwa setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan? Tentu jawabannya adalah masih semoga, dan mudah-mudahan.

Taqwa adalah intisari dari seluruh ajaran Islam. Taqwa adalah pelaksanaan agama Allah, dan taqwa adalah ukuran nilai seseorang.

ﺇﻦ ﺍﻛﺭﻣﮑﻡ ﻋﻧﺪ ﺍﷲ ﺍﺗﻘﺎ ﻛﻡ

sesungguhnya orang yang paling mulya di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kalian… (al-Hujurat : 13)

Akhinya, kita hanya bisa berharap dan berdoa, semoga amal ibadah kita, khususnya di bulan Ramadhan kemarin, mulai dari puasa kita, shalat tarawih kita, tadarrus kita, dan amal-amal ibadah yang lain, senantiasa diterima oleh Allah SWT, dan dicatat sebagai amal yang shalih.

Allahu Akbar 3 X  Walillahilhamdu

 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Ramadhan telah usai. Silaturrahim dan Halal bi Halal dilakukan. Tujuannya tak lain adalah untuk saling memaafkan dan menjalin persaudaraan.

Salah satu di antara tanda orang yang bertaqwa adalah saling memberi maaf terhadap orang lain. Allah berfirman dalam surat Ali Imran, 133-134:

ﻭﺴﺎﺭﻋﻭﺍ ﺍﻟﻰ ﻣﻐﻔﺭﺓ ﻣﻦ ﺭﺑﮑﻡ ﻭﺟﻧﺔ ﻋﺭﺿﻬﺎ ﺍﻠﺴﻤﻭﺍ ﺕ ﻭﺍﻷﺭﺾ

ﺍﻋﺩﺕ ﻠﻠﻤﺗﻘﻴﻥ. ﺍﻟﺬﻴﻦ ﻴﻨﻔﻘﻭﻥ ﻓﻰﺍﻠﺴﺮﺍﺀ ﻭﺍﻠﺿﺮﺍﺀ ﻭﺍﻠﮑﺎﻅﻤﻴﻥﺍﻠﻐﻴﻅ ﻭﺍﻠﻌﺎﻓﻴﻥﻋﻥﺍﻠﻨﺎﺲ.

Artinya :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang”.

Sebagai manusia, betapapun kewaspadaan kita, takkan lepas dari kesalahan, kekhilafan dan kesalahfahaman. Perbedaan pandangan, seringkali membuat lupa diri untuk selalu menyalahkan orang lain, menghujat orang lain, merasa diri kita paling benar dan orang lain salah.      

Maka, jika itu terlanjur, hendaklah segera meminta maaf. Sedang pihak lain hendaklah murah hati dan lapang dada.

Di antara kita umat Islam sendiri, ada dari mereka yang hubungannya dengan Allah baik sekali, tetapi oleh Rasulullah dianggap bangkrut di akhirat, dianggap hangus di hari kemudian.

 

ﺍﻠﻤﻔﻠﺲ ﻤﻥ ﺍﻤﺗﻰ ﻤﻥ ﻴﺄﺗﻰ ﻴﻭﻡ ﺍﻠﻘﻴﺎﻤﺔ ﺒﺻﻼﺓ ﻭﺻﻴﺎﻡ ﻭﺰﻛﺎﺓ

ﻳﺄﺗﻰ ﻭﻘﺩ ﺳﺐ ﻫﺬﺍ ﻭﺿﺮﺐ ﻫﺬﺍ ﻭﺳﻔﻙ ﺩﻢ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﮐﻞ ﻣﺎﻞ ﻫﺬﺍ ﻭﻗﺬﻒ ﻫﺬﺍ ﻓﻳﻌﻃﻰ ﻫﺬﺍ ﻣﻥ ﺤﺴﻨﺎﺗﻪ ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻥ ﺤﺴﻨﺎﺗﻪ ﻓﺎﺬﺍ ﻓﻨﻳﺖ ﺤﺴﻨﺎﺗﻪ ﻗﺑﻞﺍﻥ ﻳﻘﺿﻰ ﻤﺎﻋﻠﻳﻪ ﺍﺧﺬﺖ ﻤﻥ ﺴﻳﺋﺎ ﺗﻬﻢ.

Diantara umatku yang bagkrut adalah, seorang yang pada hari kiamat nanti datang dengan membawa amal shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia telah memukul si fulan, memaki si anu, menumpahkan darah orang ini, memakan harta itu, dan memcemarkan nama baik yang lain. Maka diambillah pahala-pahala hasil amalan-amalanya untuk diberikan kepada si fulan dan si anu. Apabila habis sebelum memenuhi kewajibannya, maka diambillah dari dosa-dosa mereka lalu ditimpakan pada dirinya, kemudian dilemparkan ke neraka”.(HR. Muslim)”.

Allahu Akbar 3 X  Walillahilhamdu

 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Begitu hasil orang yang berbuat sesuka hati, menyakiti orang lain, mendzalimi orang lain, kalau tidak diselesaikan terlebih dahulu dengan meminta maaf di dunia, maka celakalah di hari kemudian nanti. Akan tetapi jika dia mau meminta maaf dan memberi maaf terhadap orang lain, Allah akan memberi imbalan yang setimpal.

Di dalam surat As Syuro ayat 40 Allah berfirman:

ﻓﻤﻥﻋﻔﻰ ﻭﺍﺼﻠﺢ ﻓﺄﺠﺮﻩ ﻋﻠﻰﺍﷲ.

“Barang siapa memaafkan dan memperbaiki, niscaya diberi Allah imbalan”.

 

Oleh karena itu, di hari yang fitri ini, marilah kita saling memberi maaf agar segala kekhilafan, perselisihan dan kesalahfahaman dapat berubah menjadi sebuah persatuan dan persaudaraan sejati.

Persatuan dan persaudaraan kita bukanlah persatuan yang asal saja, melainkan persatuan yang kokoh. Rasulullah SAW menjelaskan adanya tiga karakter persaudaraan umat. Pertama, persatuan umat laksana persaudaraan antara sesama saudara kandung. Rasulullah SAW menyatakan:

ﺇﻨﻣﺎﺍﻠﻣﺆﻣﻧﻮﻦﺇﺧﻮﺓ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”.

 

Kedua, persatuan umat seperti satu tubuh.

ﺇﻨﻣﺎﺍﻠﻣﺆﻣﻧﻮﻦ ﻛﺎﺍﻠﺠﺴﺩﺍﻠﻮﺍﺤﺪ

“Orang-orang yang beriman itu seperti satu tubuh”.        

Tubuh yang dimaksud tentu bukan tubuh yang terbujur mati, melainkan tubuh yang hidup dan berfungsi untuk secara bersama-sama melakukan aktifitas bagi kepentingan tubuh secara keseluruhan. Secara individual, setiap komponen umat berjuang untuk kepentingan umat secara keseluruhan, persis sepeti tubuh.

 

Ketiga, persatuan umat haruslah seperti satu bangunan.

ﺇﻥﺍﻠﻣﺆﻣﻦ ﻠﻠﻤﺆﻤﻥ ﻛﺎﻠﺑﻨﻴﺎﻦ ﻴﺷﺩ ﺑﻌﺿﻪ ﺑﻌﺿﺎ

“Orang Islam dengan orang Islam yang lainnya laksana bangunan yang saling mengokohkan satu sama lain”.

 

Secara praktis, Rasulullah SAW. menegaskan bahwa kesatuan umat yang dapat menjalankan tiga fungsi tersebut adalah persatuan di bawah kekompakan bersama, bukan perpecahan yang perselisihan.

 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Idul fitri adalah kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian martabat kemanusiaan. Setelah beberapa waktu lamanya martabat kemanusiaan kita terganggu oleh beberapa hal, oleh berbagai macam kesalahan, ketidakcocokan dan perselisihan pendapat. Mungkin kita telah banyak berbuat dosa kepada Allah, mungkin kita telah berbuat kesalahan kepada sesama manusia, kepada orang tua, tetangga, dan teman kita sendiri.

Dengan demikian, harapan kita selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, dan kita bumbuhi dengan akhlaq yang luhur, saling meminta dan memberi maaf, kita akan betul-betul menjadi orang yang kembali kepada kesucian, bebas dari dosa, penuh rahmat dan maghfirah, dan akhirnya menjadi orang yang beruntung. Itulah sebenarnya orang yang bertaqwa.

Kita bersyukur dan bergembira karena Allah telah berkenan memberi anugerah besar kepada kita, berupa kekuatan ikut menikmati Idul Fitri yang penuh rahmat ini. Tetapi kitapun juga tidak boleh tenggelam di dalam kegembiraan yang berlebihan sehingga melupakan apa yang wajib kita laksanakan di dalam ber-Idul Fitri ini.

Karena hari raya ini adalah merupakan kelanjutan gerakan “taqwa” di dalam bulan Ramadhan. Idul Fitri bukanlah hari perayaan, hari kebebasan, kebanggaan, dan bukan pula hari “nostalgia” untuk mengenang masa lalu.

 

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah

Allah hanya akan memberi ampun dan maaf kepada hamba-Nya yang lapang dada dan murah hati, sikap pemaaf adalah salah satu dari asma Allah, yaitu sifat-sifat Allah yang Maha Agung.   

Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah SWT, semoga Dia berkenan untuk memaafkan segala kekurangan dan kekhilafan. Dan semoga pula kita senantiasa diberi petunjuk dan pertolongan oleh-Nya. Amin ya rabbal alamin.(*)

                     

Khutbah II
 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهّ أَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

*KH Khoirul Hafidz Fanani, Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Malang

Comments