Teladani Ulama dengan Manaqib

Ilustrasi Jamaah Nahdlatul Ulama. (Foto: Nukita.id)

NUKITA.ID, MALANGNahdlatul Ulama(NU) sebagai organisasi terbesar di Idonesia memiliki beragam tradisi yang unik. Dari banyak tradisi tersebutlah muncul beragam cara NU dalam menyampaikan nilai Islam yang toleran.

 
Manaqib merupakan salah satunya tradisi yang masih lestari hingg saat ini, dalam manaqib secara keseluruhan hampir sama dengan sholawat yang berisi sejarah atau sesorang yang baik, sholeh di sertai dengan bait pujian dan sanjungan. Seperti Manaqib Syekh Abdul Qodir Zailani juga manaqib Mbah Mas'um Lasem.

Dalam manaqib terdapat proses pembacaan kembali sejarah hidup seorang ulama yang kemudian dapat di jadikan teladan. Muslim yang taat menjadi lebih taat, dan yang belum muslim bisa saja tertarik dengan Islam setelah mendengar sejarah ulama melalui Manaqib.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, sekiranya itu yang pernah di katakan Bung Karno. Dalam hal ini, mengenali kealiman seorang ulama perlu sekiranya mengetahui perjalan menuju predikat predikat alim tersebut. Hal itu meliputi setiap tindakan ulama  yang bisa di adopsi serta di terapkan dalam kehidupan masa kini.

Manaqib hanya sebagian kecil dari metode dakwah NU yang begitu ringan dalam pengemasan dan penerapan, bangga jadi Nahdliyin.(*)

Comments