PC LPBINU Kabupaten Malang bersama Relawan Pokja Susun SOP Rumah Karantina

Sosialisasi PC LPBINU Kabupaten Malang tentang SOP Rumah Karantina Mandiri berbasis Masyarakat di Balaidesa Wirotaman Kecamatan Ampelgading. (Foto: Istimewa)

NUKITA.ID, MALANG – PC LPBINU Kabupaten Malang bersama Relawan Pokja LPBINU susun SOP Rumah Karantina Mandiri berbasis Masyarakat di Balaidesa Wirotaman Kecamatan Ampelgading, Jumat (20/11).

Turut hadir dalam acara tersebut pengurus Majelis Wacil Cabang Nandlatul Ulama Kecamatan Ampelgading, Pemerintah Desa Wirotaman, PC LPBINU dan Tim Lokal Kabupaten Malang.

Karantina COVID-19 sendiri adalah memisahkan orang sehat tetapi masuk dalam definisi harus. Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Rumah Karantina Mandiri berbasis Masyarakat ini dipergunakan untuk masyarakat setempat yang terpapar oleh  Covid-19.

"Melakukan karantina dengan orang dan masyarakat sekitar. Karantina COVID-19 berbasis masyarakat dilakukan dengan pelibatan aktif masyarakat setempat/RT-RW dalam mendukung proses pelaksanaan karantina dan memberikan konsekuensi positif untuk memperbaiki stigma yang ada," terang Ahmad Syaiful Kurniawan Sekretaris PC LPBINU Kabupaten Malang.

Pelaksanaan karantina COVID-19 berbasis masyarakat, kata Saiful, dapat dilakukan secara mandiri di rumah atau di tempat yang disediakan secara khusus oleh masyarakat dengan tetap mengikuti arahan dari petugas setempat dan pengawasan dari petugas kesehatan yang ditunjuk.

Lebih jauh, menurut Saiful kriteria orang yang harus melakukan karantina adalah

1). Setiap orang sehat yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien COVID-19 dia dikategorikan sebagai ODP atau Suspek. Dia diwajibkan melapor kepada petugas kesehatan.

2. Jika oleh petugas kesehatan diharuskan melakukan swab test, di saat sedang menunggu hasil swab test, dia harus melakukan karantina.

Ia pun menjelaskan tentang tujuan, durasi, pengawasan dan rujukan terkait Karantina

1. Tujuan karantina COVID-19 berbasis masyarakat adalah untuk mengurangi potensi penularan dari orang tanpa gejala.

2. Durasi karantina adalah 2-4 hari (saat menunggu hasil swab test) atau sesuai arahan dari petugas kesehatan.

3. Saat karantina, pengawasan dilakukan oleh tim Kelompok Kerja (POKJA) PKMM COVID-19 di tingkat RW/RT/Desa/Kelurahan, dan akan dirujuk ke fasilitas kesehatan jika menunjukkan gejala COVID-19. (*)

Comments