Wamenag: Bantuan Covid-19 Tahap Ke-3 untuk Pesantren Bakal Cair

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi. (Foto: google.com)

NUKITA.ID, MALANG – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan agama. Sekitar 21.000 pesantren dan lembaga pendidikan agama lainnya mendapatkan bantuan dalam penanganan Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, saat membuka resmi Muktamar Pemikiran Santri yang diinisiasi P3M bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendis Kemenag.

Wamenag mengungkapkan, total anggaran Rp 2,6 triliun digelontorkan untuk pesantren dan lembaga pendidikan agama di seluruh Indonesia. Tahap pertama dan kedua sudah didistribusikan. Adapun tahap ketiga segera dicairkan.

“Kami sampai saat ini telah mencairkan anggaran untuk pesantren dalam tahap ke-2. Insyaallah tahap ke-3 akan dituntaskan pada peringatan Hari Santri 22 Oktober nanti,” ungkapnya, Rabu (7/10).

Pria kelahiran Jepara, 20 Juli 1963 ini menambahkan, bantuan tersebut sebagai wujud perhatian serius dalam kepedulian dan pemberikan solusi kepada pesantren yang telah memiliki kontribusi besar bagi republik ini.

Menurut Ketua Umum PP IPNU dua periode ini (1988–1996), pesantren dikenal dengan kehidupan guyup rukun. Para santri tidak memiliki bingkai jarak sosial. Namun, secara tiba-tiba harus mengubah kebiasaan itu.

“Kebersamaan fisik yang sekarang menjadi media mengakrabkan diri harus dibatasi, seperti keterbatasan santri yang ingin mencium tangan kiainya. Begitu juga dengan pembelajaran yang biasanya tatap muka, tabarukan, juga tergantikan dengan jarak jauh,” tuturnya.

Wamenag menilai, situasi ini menjadikan pesantren menghadapi masalah serba sulit. Di satu sisi, pesantren harus menghadapi Covid-19 dengan penuh kehati-hatian. Namun, di sisi lain pesantren harus memberikan pelayanan pendidikan dan menjamin kesehatan para santri dan ustadz di lingkungan pesantren.

Meski demikian, ia yakin pesantren dapat melewati perubahan dengan baik. Karena pesantren telah terbukti adaptif dalam kondisi apapun. Selain itu, juga tetap dapat bangkit dalam berbagai situasi dan kondisi yang terjadi.

Ia berharap, bantuan yang diberikan Kemenag dapat membantu dalam mencegah dan menangani Covid-19 di lingkungan lembaga pendidikan agama. Sehingga pesantren tetap memberikan layanan pendidikan dengan baik, memberikan bimbingan kepada umat.

“Semoga lembaga pendidikan agama tetap aman dari Covid-19 dan tetap produktif dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)

Comments