PCNU Lantik 14 Pengurus Ranting di MWC NU Bululawang

Foto : Nukita

NUKITA.ID, MALANG – PCNU Kabupaten Malang telah melantik 14 pengurus Ranting yang ada di MWCNU Bululawang. Pelantikan dipimpin langsung oleh Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang, KH Fadhal Hija, didampingi Sekretaris PCNU Kabupaten Malang, KH Nur Qomari.

Pelantikan digelar di SMP NU Bululawang, Minggu (261/2020) pagi. Pelantikan dikemas dengan acara Harlah ke 94 Nahdlatul Ulama dan Pelantikan Pengurus Ranting NU se-MWC NU Bululawang, Kabupaten Malang.

Hadir dalam acara itu, jajaran pengurus MWCNU Bululawang dan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang, KH Fadhal Hija dan Sekretaris PCNU Kabupaten Malang, KH Nur Qomari, serta seluruh pngurus Ranting. Hadir juga kader Muslimat dan Fatayat NU Bululawang.

Acara tersebut mengangkat tema "Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama memperkokoh ukhuwah Wathoniyah untuk Indonesia yang lebih sejehtera".

Memberikan sambutan atas nama PCNU Kabupaten Malang, KH Nur Qomari. Dalam sambutannya menyampaikan, bahwa warga NU diharapkan menjaga komitmen keagamaan yaksi Aswaja dan komitmen kebangsaan. NKRI harga mati dan Pancasila sudah final.

Di Kabupaten Malang kata Kiai Qomari, begitu ia dipanggil, kader PKPNU paling banyak di Jawa Timur dan bahkan di Indonesia. Dari itu harus konsisten menjaga dan terus menjalankan amanat Miktamar NU.

Amanat Muktamar NU di Jombang itu, adalah terus mengembangkan kemendirian ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Jika sisi ekonomi sudah mandiri, apalagi sudah bisa dilakukan oleh NU. Tidak lagi bergantung pada pihak lain.

"Dengan banyaknya kader PKPNU, diharapkan terbangun kemandirian ekonomi NU. Banyak Ranting NU sudah mandiri. Bahkan sudah ikut andil membiayai warga sekitar yang tidak mampu. Mampu menyekolahkan anak kurang mampu. Bahkan ada MWCNU yang sudah aktif ikut serta melakukan bedah rumah untuk warga kurang mampu," katanya.

Selanjutnya, dalam acara itu juga dilakukan ijazah istigotsah pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari. "Ijazah ini sudah dilakukan saat apel kader Yang digelar PWNU Jawa Timur. Khusus yang tidak hadir bisa dilakukan saat ini untuk pengurus Ranting," katanya.

Ijazah ini adalah upaya ikhtiar lahiriyah dan batiniyah. Karena di zaman saat ini, tidak hanya ada masalah bisa selesai secara lahiriyah. Tapi bisa selesai dengan cara batiniyah. "Itulah cara Nahdlatul Ulama dalam menghadapai masalah," katanya.(*)

Berita Lainnya

berita terbaru
Meneguhkan Aswaja

TURBA PCNU untuk kemandirian Jam'iyah Nahdlotul Ulama

23/02/2020 - 10:46

berita terbaru
Turba PCNU Kabupaten Malang

KH Imam Sibawe: Pengurus NU Dimbau Ikut PKPNU

22/02/2020 - 13:55

Comments