Ulama Aswaja

NU dan Thoriqot Two in One .

Pengurus MWC NU bersama KH Lutfi Hakim Mursid Thoriqoh Qodiriyah Annaqsabandiyah ( Foto Istimewa)

NUKITA.ID, MALANG –  

NU & Thoriqot ibarat Jasad & Nyawa
Keduanya menjadi kesatuan yang semustinya tak terpisahkan, 
Berthoriqot adalah jalan/sarana untuk membersihkan diri dari penyakit2 hati. 


Dengan berthoriqot,  kesombongan, keangkuhan, adigang adigung adiguna, merasa diri paling mustinya berubah menjadi rendah hati & merasa lemah,  menjadi pribadi yang 


الكاظمين عن الغيظ والعافين عن الناس


(Mampu ngempet Mangkel/menahan marah dan Pemaaf bagi sesama).


Syari'at ibarat perahu sementara Thoriqot ibarat segoro/samudra/lautan. 


Perahu tidak mungkin berlabuh didaratan bila tidak mengarungi samudra. 


Secara organisasi, NU diibaratkan Jasad, 
Sementara Thoriqot diibaratkan Nyaes/Ruh.
NU merupakan bentuk Jasad sebagai wadah Syari'at Rosulullah SAW berlandaskan aqidah Ahlussunnah Waljama'ah akan sangat kokoh bila berisi Nyawa/Ruh berupa hati yang bersih karena pancaran nilai Thoriqot didalamnya berupa al-ahlak al-mahmudah akan membentuk satu kesatuan wujud yang memancarkan kesejukan dan membawa kedamaian hidup didunia serta siap berjalan  menuju guna berhadapan dengan Sang Maha Kuasa Nan Maha Agung dalam kehidupan akherat yang kekal abadi. (KH.Luthfi Hakim dlm muqodimah Bait Thoriqot Qodiriyyah) 

 

*Bait Thoriqot Qodiriyyah oleh Mursyid KH.Luthfi Hakim* 
Di Masjid al-azhar Turen, Ahad 21 Juli 2019

Sumber : Rosihin El Rosadi

Berita Lainnya

berita terbaru
Meneguhkan Aswaja

Dua Ribu Sekolah Menengah JATIM Dirikan IPNU-IPPNU

09/07/2019 - 21:57

berita terbaru
Meneguhkan Aswaja

Jawara NU Award Pulang Bawa Mobil dan Motor

02/07/2019 - 15:18

Comments