Tadarus NU Digital Perdana di Unira Malang

Ketua PC LTN NU Kabupaten Malang, Yatimul Ainun saat memberi materi jurnalistik annahdliyah. di (Universitas Islam Raden Rahmat) Unira Malang, Sabtu (11/5/2019).

NUKITA.ID, MALANG – Pimpinan Cabang Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU) Kabupaten Malang gelar Tadarus NU Digital Perdana yang membahas materi antara lain, desain untuk media sosial, bahaya dan manfaat media sosial, dan jurnalistik annahdliyah. di (Universitas Islam Raden Rahmat) Unira Malang, Sabtu (11/5/2019).

Acara yang digelar kerjasama dengan PC Pagar Nusa Kabupaten Malang ini mengemas malam ramadhan dengan cara unik, yakni Tadarus NU Digital yang membahas seputar dunia digital khas milenial.

Grafis desainer NUKita, Dena Setya Utama menyampaikan jika desain grafis dalam era milenial ini sangat marak dan jelas dibutuhkan oleh anak muda. "Desainer maupun non-desainer tentu membutuhkan yang namanya desain."

Karena apa, ungkapnya, "Bahwa kaum milenial sekarang membutuhkan yang namanya branding diri. Jika sudah seperti itu minimal harus paham lah kiat-kiat dan dasar dalam dunia desain itu seperti apa," katanya di depan puluhan peserta itu.

Redaktur NUKita, Senda Hardika Prasasti yang menjelaskan tentang manfaat dan bahaya media sosial menegaskan jika desain dan media sosial tidak bisa dipisahkan.

"Jika sudah tau media sosial dan grafis tidak bisa dipisahkan, berlanjut kita harus paham mana grafis yang benar dan yang salah, atau bisa disebut hoax," katanya.

Setelah dikupas tuntas tentang hoax , Ketua PC LTN NU Kabupaten Malang, Yatimul Ainun membeberkan bagaimana kondisi media sosial yang menurutnya harus mulai berbenah. Dan pemuda harus menjadi pelopor informasi yang positif.

"Ayolah, kita harus mulai peka dengan keadaan media sosial. NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia masih kurang pasukan di dunia digital," kata pria yang juga Pemimpin redaksi TIMES Indonesia ini.

Yatimul Ainun juga mengajak pemuda harus berani berperang melawan informasi negatif. Alasannya sederhana, jika bukan para pemuda-pemuda NU, siapa lagi. Lebih gamblang ia menegaskan, "Tidak ada berita hoax, yang ada adalah informasi hoax." 

"Berita itu adalah olahan fakta, jelas keilmuan, teori, dan ada kaidah-kaidah jurnalistiknya. Sedangkan informasi itu belum tentu benar. Secara logika penyebutan, berita itu fakta, informasi belum tentu benar atau hoax," jelasnya.

Selain membahas tentang hoax, Yatimul Ainun juga menjelaskan bagaimana kiat-kiat menulis dengan kaidah jurnalistik yang menjadi tema pembahasan Tadarus NU Digital.

Terakhir ia berharap dengan hadirnya program Tadarus NU Digital perdana di Unira Malang ini, pemuda-pemuda NU bisa lebih memahami dan bisa memanfaatkan media sosial lebih baik lagi. (*)

Berita Lainnya

berita terbaru
Meneguhkan Aswaja

Jawara NU Award Pulang Bawa Mobil dan Motor

02/07/2019 - 15:18

berita terbaru
Komitmen PKB

Caleg PKB Tidak Akan di Lantik Sebelum Ikut PKPNU

02/07/2019 - 06:18

Comments