Tercancam Rusak, Mahasiswa Unira Malang Gelar Sinau Bareng Reboisasi Mangrove

Mahasiswa kelompok 15 KKN-T Unira Malang bersama Paguyuban Lepen Adventure saat Sinau Bareng Reboisasi Mangrove di Dusun Bajul Mati, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jumat (22/3/2019). (FOTO: Dena Setya Utama/NUKita)

NUKITA.ID, MALANG – Ancaman masih terus terjadi pada hutan mangrove di seluruh Indonesia karena peralihan fungsi kawasan hutan bakau oleh berbagai pihak. Berangkat dari alasan diatas Jumat, (22/3/2019) Mahasiswa Unira Malang (Universitas Islam Raden Rahmat Malang) menggelar Sinau Bareng Reboisasi Mangrove.

Bekerja sama dengan Paguyuban Lepen Adventure Bajul Mati, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 15 KKN-T Unira Malang tahun 2019 ini mengadakan penyuluhan terhadap masyarakat pesisir Bajul Mati dan perawatan hutan mangrove khususnya di daerah aliran sungai.

Ketua kelompok 15 KKN-T Unira Malang, Muhammad Hasan beralasan jika reklamasi, sentra perikanan budidaya, bahkan kayu untuk bahan bakar bagi masyarakat pesisir dan semua pemanfaatan yang tidak tepat itu bakal menghancurkan ekosistem mangrove.

"Tak heran jika World Conservation Union (WCU) sebuah organisasi internasional yang didedikasikan untuk konservasi sumberdaya alam mengatakan bahwa kawasan hutan mangrove adalah ekosistem yang paling produktif, tetapi juga sekaligus paling terancam didunia," jelasnya.

Hasan mengatakan bahwa kehadiran kami disini harus menjadi pelopor untuk membawa perubahan apalagi isu ini terkait keberlangsungan ekosistem pantai yang menjadi mata pencaharian masyarakat sekitar.

“Untuk itu kami bekerjasama dengan Lepen Adventure Bajul Mati untuk memulai perawatan dan penanaman pohon mangrove di daerah aliran sungai Bajul mati” Sambung Hasan seraya mengajak teman se-kelomponya.

Sementara itu, Sohibul Izar pendiri Lepen Adventure Bajul Mati mengatakan jika paguyuban yang ia bentuk bersama teman-temannya awalnya adalah sebagai wadah para pemuda dusun Bajul Mati yang sadar akan lingkungan dan berkemauan keras untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"Kami melihat disini (Bajul Mati) mempunyai banyak potensi alam termasuk juga wisata, berangkat dari itu juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Ini juga yang menjadi alasan kenapa saya selalu mengajak masyarakat dan para anggota paguyupan untuk merawat dan mengoptimalkan potensi alam sekitar termasuk wisata edukasi susur sungai dengan penanaman pohon mangrove," jelasnya.

Izar juga mengapresiasi acara Acara Sinau Bareng Reboisasi Mangrove yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dan para pecinta lingkungan ini untuk bersama-sama menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkunannya.

"Kami mengapresiasi para Mahasiswa Unira Malang yang telah mempunyai inisiatif menggelar acara Sinau Bareng Reboisasi Mangrove ini. Kami atas nama masyarakat Bajul Mati juga menyambut baik kegiatan ini," ungkapnya.

"Harapannya hadirnya mahasiswa ini yang pertama kalinya di dusun Bajul Mati menjadi gerbang mitra Universitas dengan kami warga dusun Bajul Mati untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan sehat," pungkasnya. (*)

Comments