Pelajar Milenial Melek Digital

Founder Admin Pelajar NU, Dena Setya Utama. (Grafis: NUKITA)

NUKITA.ID, MALANGRevolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. Analog dengan revolusi pertanian, revolusi Industri, revolusi digital menandai awal era Informasi. Yang sekarang lebih dikenal dengan media sosial atau media online.

Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.

Kembali membahas tentang media sosial yang sangat digandrungi anak muda sekarang sudah saatnya menumbuhkan fikiran kritis. Artinya apa? Tidak mudah percaya dengan apa yang di lihatnya di laman media sosial. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia.

Pengguna Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain dari Indonesia menempati porsi yang cukup besar dari keseluruhan pengguna media sosial tersebut. Ini berarti user dari media sosial di Indonesia memiliki lebih banyak resiko terkena hoaks dari pada negara lain.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia juga mengatur tentang hoaks. Dalam Islam kebohongan (al-kadzib) secara umum adalah haram.

Berbohong termasuk didalamnya membuat berita bohong merupakan perbuatan dosa dan haram hukumnya. Begitupula menyebarkan berita bohong itu. Rasul saw. memerintahkan kita untuk menjauhi ucapan atau tindakan bohong. ... Tinggalkan kebohongan karena sungguh kebohongan itu bersama kekejian dan keduanya di neraka. (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan ath-Thabrani).

Berbicara bohong juga dinyatakan sebagai salah satu karakter orang munafik. Hal itu menunjukkan bahwa berbohong merupakan dosa besar. Berbohong hanya dibolehkan dalam tiga keadaan. Rasul saw. bersabda: ... Semua kebohongan ditulis atas anak Adam kecuali tiga macam: laki-laki berbohong istrinya untuk menyenangkannya, laki-laki berbohong sebagai tipu daya dalam perang atau laki-laki yang berbohong kepada dua orang muslim untuk mendamaikan keduanya. (HR.Ahmad).

Jika manusia-manusia di Indonesia memiliki keimanan yang kuat, cukuplah diingatkan dengan dua hadist sebelumnya. Dan juga mengingat beratnya pertanggung jawaban di akhirat nanti. Oleh karena itu, hal yang penting untuk terus menjaga dan memupuk keimanan kita, agar terhindar dari perbuatan haram.

Sebagai pelajar saya mengajak kepada teman-teman saya untuk kritis terhadap informasi-informasi yang tersebar di media sosial karena begitu pesat. Saking pesatnya banyak informasi yang tidak benar bisa viral bahkan tak jarang banyak pelajar menjadi korban. Untuk itu adanya #PelajarDigital ini kami mengkampanyekan #PelajarMilenialMelekDigital yakni, pelajar yang tak mudah terjebak hoaks dan mampu menguasai teknologi dengan baik.

 

MA Almaarif, Singosari, Minggu, 14 Oktober 2018

Dena Setya Utama adalah founder dari Komunitas Admin Pelajar NU.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi NUKita.id

 

 

Berita Lainnya

berita terbaru
Konferwil PW IPNU Jatim 2018

IPNU Dihadapkan Pekerjaan Rumah yang Berat

30/07/2018 - 12:59

berita terbaru
Hari Santri Nasional 2017

Habib Ja'far: Peringatan Hari Santri Masyaallah...

22/10/2017 - 21:38

berita terbaru
Hari Santri Nasional 2017

Resolusi Jihad Wujud Semangat Juang Kemerdekaan Indonesia

17/10/2017 - 14:30

Comments