Konferwil NU Jatim 2018

KH Said Aqil Siroj: NU Menjaga Umatan Wasathan, Bukan Umatan Arabiyah

Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, saat memberi sambutan di Konferwil PWNU Jatim, Sabtu (28/7/2018). (Foto: Nukita.id)

NUKITA.ID, KEDIRI – Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, berpesan agar Nahdlatul Ulama (NU) mempertahankan Umatan Wasathan, bukan Umatan Arabiyah, Umatan Islamiyah.

"Dalam Al Quran yang ada, adalah Umatan Wasathan atau umat yang moderat. Hal itu adalah mandat Al Quran," jelas Kiai Said, dalam sambutannya, di pembukaan Konferwil NU Jatim 2018, di Pesantren Lirboyo, Sabtu (28/7/2018) malam.

Dalam Al Quran katanya, tidak ada umatan Islamiyah dan umatan Arabiyah. Akan tetap, pesan Al Quran harus menjadikan umat wasathan. Karenanya, harus dipertahankan oleh NU dan warga NU.

Bagaimana untuk menjadi model Umatan Wasatan? Makan kata Kiai Said, umat harus cerdas dan mampu mengabungkan Nash dan Hadist dengan akal (Ijmak dan Qiyas).

"Karena dengan demikian adalah cara berfikir yang tawassut. Hasilkan dari menggambungkan Al Quran Hadist dan akal," katanya.

Di Indonesia, ada ulama terekmuka, yakni Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari. Yang melahirkan "Hubbul Wathan Minal Iman" atau yang dikenal dengan Nasionalsime. "Saya menyebutnya Nasionalisme Ahlussunnah Wal Jamaah," katanya.(*)

Comments