NU Terbaik Bawa Pulang Dua Mobil

Kiai Mutawakkil bersama para juri dan panitia NU Jatim Award (Foto: NU Online)

NUKITA.ID, SURABAYAPanitia NU Jatim Award 2018 memanjakan para juara kali ini dengan hadiah cukup menggoda. Ada puluhan motor, uang tunai, piala, hingga mobil siap dibawa pulang.

“Seluruh hadiah silakan bawa pulang. Tidak akan diparkir di NU Jatim,” kata KH M Hasan Mutawakkil Alallah, Ahad (9/7). Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini saat memberikan sambutan.
 
Ya, di halaman kantor yang berada di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya tersebut telah siap satu unit mobil. Demikian pula sejumlah motor telah terparkir rapi di ruang tamu. “Untuk satu mobil lagi sedang dalam proses pengiriman,” kata salah seorang panitia.
 
Mobil yang sudah siap berjenis Luxio tipe G. Mobil berwarna putih itu dihiasi selempang kuning-merah yang tentu saja menjadi perhatian para peserta dan simpatisan NU Jatim Award. Tidak sedikit peserta yang mengelus sejumlah hadiah yang ada. 
 
Sekretaris PWNU Jatim, Akhmad Muzakki membenarkan soal hadiah utama dua mobil itu. "Nanti insyaallah langsung diserahkan kepada pemenang kategori pengurus cabang terbaik,” katanya. 
 
NU Jatim Award adalah ajang penghargaan bergengsi tahunan di lingkungan NU Jatim. Hari ini merupakan saat mendebarkan karena akan diumumkannya para pemenang dan juara utama hajatan tahunan tersebut. 
 
Setelah melawati penjuruan pada Ahad kemarin, tahapan berikutnya adalah pengumuman pemenang yang dibarengkan dengan halal bi halal. Kegiatan akan dipusatkan di lantai tiga kantor setempat. 
 
NU Award dibagi menjadi enam kategori: Pengurus Cabang NU (enam nominator), Majelis Wakil Cabang NU (empat nominator), Pengurus Ranting NU (empat nominator), dan badan otonom masing-masing dua nominator (Muslimat, Fatayat, IPPNU, GP Ansor, IPNU, Pagar Nusa, ISNU, dan Pergunu). 
 
Lalu kategori lembaga masing-masing dua sampai tiga nominator (LPNU, LFNU, LAZISNU, LWP, LTN, LTM, LPBI, dan LKNU), dan kategori institusi (masjid, rumah sakit, sekolah NU, dan lembaga ekonomi-bisnis). 
 
"Saya bersyukur respons dari cabang-cabang luar biasa," kata Kiai Mutawakkil, usai membuka acara.
Dia menjelaskan, NU Award adalah satu di antara beberapa upaya untuk menata organisasi agar lebih baik.
 
"Harapannya apa yang menjadi amanah Muktamar NU di Lirboyo, Kediri, 19 tahun lalu agar semua level kepengurusan NU, dari PB sampai Ranting, atau lembaga dan institusi NU bisa terwujud," ujar Kiai Mutawakkil. 
 
NU Award juga jadi semacam pemompa semangat bagi seluruh kader dan aktivis NU agar mengembangkan potensi yang ada untuk kemaslahatan umat dan bangsa. "Kenapa? Karena misi mulai NU tidak akan terjadi bila organisasi atau institusinya tidak tertata rapi dan terorganisir dengan baik," kata Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kraksaan, Probolinggo itu. (*)

Comments